MANAJEMEN PEMASARAN INTERNASIONAL

 OBSERVASI PASAR TRADISIONAL DAN MODERN

Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Internasional


PASAR TRADISIONAL 

Pasar Tradisional yang kami kunjungi adalah Pasar Bersih Kemang Raya. Pasar ini beralamat di Jl. Kemang Raya No.44, RT.006, Jatibening Baru, Kec. Pd. Gede, Kota Bks, Jawa Barat 17411.

Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung, bangunannya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka penjual maupun suatu pengelola pasar. Pada pasar tradisional ini sebagian besar menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, barang elektronik, jasa, dll. Selain itu juga menjual kue tradisional dan makanan nusantara lainnya. 

Sistem yang terdapat pada pasar ini dalam proses transaksi adalah pedagang melayani pembeli yang datang ke stan mereka, dan melakukan tawar menawar untuk menentukan kata sepakat pada harga dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya. Pasar seperti ini umumnya dapat ditemukan di kawasan permukiman agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. 

Di dalam pasar kami menemukan banyak pedagang dari mulai berjualan sayuran, buah- buahan, ayam hidup maupun ayam yang sudah di potong, ikan yang segar dan ikan yang masih hidup, frozen food, barang-barang kebersihan rumah tangga, dan masih banyak lainnya.

Banyak hal berbeda yang kami temukan di pasar Tradisional dan di pasar Modern. Diantaranya adalah :

  1. Kebersihan pasar tradisional sangat jauh lebih kotor di bandingkan dengan kebersihan di pasara modern.
  2. Pasar Tradisional tidak memiliki AC dan pasar modern menggunakan AC
  3. Adanya system tawar menawar di pasar Tradisional, sedangkan di pasar Modern semua sudah di labeli harga dan tidak bisa di tawar lagi.
  4. Barang yang di jual cenderung lebih murah di bandingkan barang yang di jual di pasar Modern
  5. Barang dagangan lebih bervariasi di pasar tradisional daripada di pasar modern.

Dalam pasar Tradisional tenaga pemasar lebih banyak bekerja di bandingkan dengan tenaga pemasar di pasar Modern. Hal ini di karenakan banyak penjual yang menjual barang sejenis dengan harga yang sama juga. Maka dari itu banyak tenaga pemasar yang mempromosikan barang dagangannya dengan segala kelebihan di tokonya masing – masing. Sebagai contoh kami tampilkan satu lorong yang seluruhnya menjual ayam potong.

    Hal yang kami amati setelah melihat satu lorong yang semua pedagangnya menjual ayam potong adalah pada variasi barang yang mereka tawarkan. Ada yang menjual hanya ayam negeri saja, ada yang menjual ayam dengan ati, ampela, ceker, kulit, dan ayam fillet, ada juga pedagang yang menjual ayam boiler dengan ayam kampung, serta ada juga penjual yang menjual ayam yang sudah di potong dan ayam yang masih hidup. 

    Dari pengamatan kami mereka para pedangang ayam tidak melakukan terlalu banyak promosi, promosi yang mereka lakukan hanya sekedar “ayo boleh ayamnya mba” atau “mau berapa ekor bu?” dan “sekalian ati atau ampelanya juga bu”. Berbeda dengan tukang kelapa dan tukang daging yang kami temukan di pasar tersebut. 

    Tukang kelapa di pasar tersebut memutar musik yang cukup kencang sehingga menarik konsumen. Walaupun konsumen hanya ingin mencari sumber suara tersebut namun hal itu akan membuat konsumen mengingat bahwa ada tukang kelapa di ujung lorong pertama setelah masuk pasar. 

    Sedangkan tukang daging di pasar tersebut mempunyai dua pegawai yang memiliki tugas berbeda. Salah satu pegawainya bekerja di bagian pemotongan daging dan satunya lagi bagian berteriak mempromosikan jualannya. Dengan suaranya yang lantang pewagai toko daging tersebut berteriak “DAGING LAGI MURAH! DAGING LAGI MURAH!” “BESOK HARGA SUDAH NAIK LAGI!” . Dengan cara seperti itu ada beberapa konsumen yang datang dan bertanya kemudian membeli daging tersebut. Cara promosi seperti itu sebenarnya sudah umum sekali di lakukan oleh para penjual daging untuk menarik konsumennya. Berbeda dengan di pasar Moderen yaitu supermarket. Para tenaga pemasar di pasar Modern tidak perlu bersusah payah berteriak untuk mempromosikan barang yang di jualnya.

Selain itu kami juga mengamati interaksi antara penjual dan pembeli di pasat Tradisional. Mayoritas konsumen pasar Tradisional adalah ibu-ibu dengan kisaran umur 30- 50 tahun. Semua pedagang di Pasar Bersih Kemang Cempaka sangat ramah dan memiliki banyak pengetahuan tentang barang yang di jualnya. Sebagai contoh, kami mengamati salah satu penjual yang menjual frozen food pada pasar tersebut.

Seorang pembeli datang dan bertanya “pak smoked beef yang di pakai untuk buat risol mayo biasanya yang mana ya?” lalu penjual tersebut menjawab “biasanya yang beli pada pake merk hemato, tapi kalo risol mayo yang viral itu pakenya merk bernadi ada juga yang rasanya lebih enak,lebih berasa gitu dagingnya pake merk kanzler neng”. Dari situ kami dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Pedagang tersebut memiliki banyak konsumen yang sudah membeli smoked beef dengan merek Hemato,karena harganya lebih murah
  2. Pedagang tersebut mengikuti trend yang sedang ada, karenanya pedagang tersebut mengetahui merk Bernadi yaitu smoked beef yang di gunakan pedagang risol mayo viral di aplikasi Tiktok
  3. Sebelum menjual barang pada tokonya, penjual tersebut mencari tau tentang rasa yang di ciptakan oleh produk-produk yang ia jual

Produk knowledge harus di miliki oleh setiap pemasar dalam menjual barang dagangannya. Product knowledge adalah pengetahuan menyeluruh terkait produk dalam bisnis. Secara umum, product knowledge sangatlah wajib dimiliki oleh sales representative agar dapat menyampaikan informasi produk sedetail-detailnya kepada pelanggan.

Selain pedagang frozen food tersebut, ada satu pedagang lain yang menarik perhatian kami yaitu pedagang bumbu dapur. Pedagang tersebut adalah satu-satunya pedagang bumbu dapur yang berjenis kelamin laki-laki di pasar tersebut. Pedagang bumbu daput tersebut sangat lihai dan ahli dalam meracik semua bumbu yang di pesan oleh pembelinya. Pedagang tersebut tidak perlu melihat nama nama bumbu yang tertempel di tempatnya masing-masing dan pedagang tersebut meracik bumbu sangat cepat.

Hal itu yang menarik pelanggan untuk membeli bumbu di tukang bumbu tersebut. Pembeli tidak harus mengantri lama untuk membeli bumbu di penjual bumbu ini. Penjual bumbu tersebut tidak membutukan promosi melaikan menjual skill dan pengetahuan yang di milikinya.

Ciri-Ciri Pasar Tradisional

  1. Pasar tradisional dimiliki, dibangun dan atau dikelola oleh pemerintah daerah.
  2. Adanya sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli, tawar menawar ini adalah salah satu budaya yang terbentuk di dalam pasar tradisional. Hal ini yang dapat menjalin hubungan sosial antara pedagang dan pembeli yang lebih dekat.
  3. Tempat usaha beragam dan menyatu dalam lokasi yang sama. meskipun semua berada pada lokasi yang sama, barang dagangan setiap penjual menjual barang yang berbeda- beda. Selain itu juga terdapat pengelompokan dagangan sesuai dengan jenis dagangannya seperti kelompok pedagang ikan, sayur, buah, bumbu, dan daging
  4. Sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan lokal, barang dagangan yang dijual di pasar tradisonal ini adalah hasil bumi yang dihasilkan oleh daerah tersebut.
       Pada Pasar Tradisional Kemang Raya terdapat sistem tawar menawar antara penjual dan pembeli. Proses tawar menawar inilah yang membuat antara pedagang dan pembeli memiliki ikatan sosial. Selain itu, proses tawar menawar antara penjual dan pembeli cukup mempengaruhi ramainya kios yang berada di pasar tersebut. Barang dagangan yang dijual di Pasar Tradisional Kemang Raya sebagian besar merupakan hasil bumi, barang-barang tersebut antara lain hasil pertanian, ikan laut, beberapa jenis sayuran, barang elektronik, dan peralatan rumah tangga. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analytical Exposition Bullying

KARYA TULIS ILMIAH - PERILAKU PEMBELIAN MELALUI INTERNET