STUDI KELAYAKAN BISNIS - ALIRAN KAS PROYEK
STUDI KELAYAKAN BISNIS
ALIRAN KAS PROYEK
Penerbit : Serly Irawati, S.M
Pentingnya aliran kas proyek
Memberikan informasi terkait arus kas yang terjadi. Sebagai acuan dalam menyusun strategi keuangan kedepannya dan memudahkan perusahaan untuk melakukan evaluasi, melihat efisiensi kas perusahaan selama setahun kebelakang,untuk efisiensi kas di tahun berikutnya.sehingga perusahaan menjadi lebih mudah dalam mengukur keberhasilan bisnis dan menjadi acuan peningkatan investasi suatu perusahaan.
Dengan memiliki laporan arus kas, siklus keuangan bisnis akan menjadi lebih terukur dan membuat keuangan perusahaan semakin sehat dan menjadi salah satu faktor penting untuk berkembangnya sebuah perusahaan.
Komponen Aliran Kas
- Initial Cash Flow
Aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran kas untuk keperluan investasi, atau seluruh pengeluaran kas untuk pengadaan aset" tetap. Kebutuhan dana yang akan di gunakan untuk modal kerja juga termasuk dalam Initial Cash Flow
- Operation Cash Flow
Aliran kas yang akan di gunakan untuk menutup investasi, Operation cash flow di terima
setiap tahun selama umur investasi dalam bentuk aliran kas bersih. Operation cash flow
inilah yang sering disebut juga CASH FLOW saja. Operation cash flow dihitung
denganmenambahkan laba bersih dan non cash cost
Terminal Cash Flow
Aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umur ekonomis suatu proyek investasi.
Biasanya setelah suatu proyek investasi habis umur ekonomisnya masih ada penerimaan kas, yang berasal dari penjualan aset tetap dan sisa dana modal kerja. Dengan demikian yang termasuk dalam arus kas terminal adalah:
2) Sisa dana Modal Kerja
3. Bagaimana menaksir dan Menyusun Aliran Kas.
Dalam menaksir aliran kas, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan
- Aliran kas versus keuntungan akuntansi
Fokus dari manajemen keuangan dan analisis investasi adalah kasm bukannya
keuntungan akutansi, keuntungan akutansi tidak selalu berarti aliran kas.
- Incremental cash flow: sunk cost, biaya kesempatan (opportunity cost) dan kanibalisasi
pasar
Aliran kas yang diperhitungkan adalah aliran kas yang muncul karena keputusan
menjalankan investasi yang sedang dipertimbangkan, aliran kas yang releven sering
diberi nama incremental cash flow.
Contoh aliran kas yang tidak releven adalah sunk cost. Sunk cost adalah biaya yang
sudah tertanam, dan sudah hilang, keputusan menerima atau menolak ulusan investasi
tidak akan dipengaruhi oleh sunk cost
Contoh sunk cost adalah fesibility study (studi kelayakan), biaya riset pemasaran, biaya
tersebut sudah keluar pada waktu analisis investasi dilakukan.
- Fokus pada aliran kas karena keputusan investasi, bukan karena keputusan pendanaan
Dalam analisis investasi, aliran kas yang dihasilkan dari keputusan pendanaan harus
dihilangkan atau dikeluarkan dari analisis. Alasan lainnya adalah, keputusan pendanaan
masuk kedalam perhitungan tingkat discount rate (WACC atau weighted average cost
of capital). Dengan kata lain kas pendanaan, efek pendanaan hanya akan terlihat di
tingkat diskont (discount rate), bukan pada perhitungan aliran kasnya.
Aliran kas = Laba bersih + depresiasi + {(1 – tingkat pajak) x bunga }
Keputusan pendanaan tidak dimasukan ke dalam perhitungan aliran kas dalam analisis
investasi.
Jenis-jenis aliran kas berdasarkan Dimensi Waktu :
Berdasarkan dimensi waktu, aliran kas bisa digolongkan ke dalam tiga jenis :
- Aliran kas awal (initial cash flow)
Aliran kas awal terjadi pada awal kegiatan investasi. Diasanya diasumsikan terjadi pada tahun ke-0 (sebelum investasi dilakukan). Aliran kas tersebut biasanya merupakan aliran kas keluar (cash outflow). Biasanya kas keluar tersebut dipakai untuk investasi pada aktiva tetap (pabrik dan aktiva tetap lainnya) dan investasi pada modal kerja.
- Aliran kas operasional (operational cash flow)
Aliran kas operasional biasanya merupakan aliran kas masuk, yang diperoleh setelah perusahaan beroperasi. Biaya yang dikeluarkan, misal biaya promosi dan biaya operasional lainnya, jumlahnya lebig kecil dibandingkan dengan kas masuk. Pada tahun- tahun tertentu ada kemungkinan perusahaan melakukan perbaikan signifikan pada aktiva tetapnya, misal overhaul atau pergantian mesin. Dalam situasi semacam ini, ada kemungkinan kas keluar lebih besar dibandingkan dengan kas masuk
- Aliran kas terminal (terminal cash flow)
Aliran kas terminal terjadi pada akhir proyek investasi. Biasanya ada dua item yang terjadi pada akhir proyek:
(1) Penjualan nilai residu aktiva tetap, dan (2) modal kerja kembali. Pada akhir proyek, ada kemungkinan aktiva tetap masih mempunyai nilai pasar. Investasi modal kerja biasanya diasumsikan kembali lagi pada akhir proyek pada tingkat 100%. Investasi modal kerja tidak didepresiasi setiap tahun, dalam situasi yang lebih realistis, investasi modal kerja mungkin tidak kembali 100% pada akhir proyek
Komentar
Posting Komentar