Makalah PPKn

Perilaku yang Menunjukan Sikap Menjaga Keutuhan NKRI
Kelompok 6 ppkn
pastedGraphic.png
Disusun oleh :
Kelompok 6

Kelompok : DELIA RAMADHANI
: MARIYAM 
: SERLY IRAWATI
: SYARAH FITRIA
: TIARA ALVIANTI 

Sma negeri 5 karawang
Tahun ajaran 2017/2018

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirahim
Dengan menyebut nama Allah Swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah PPKn ini tentang Perilaku yang Menunjukan Sikap Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan baik.
Ucapan terima kasih kami sampaikan atas dukungan berbagai pihak , sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Adapun tugas makalah PPKn tentang Perilaku yang Menunjukan Sikap Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini telah kami usahakan semaksimal mungkin, kami harap tugas makalah ini dapat di terima oleh Ibu guru.
Namun tidak lepas dari semua itu kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas makalah ini mempunyai kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa maupun segi lainnya, oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebar nya bagi ibu guru pembimbing yang ingin memberikan saran dan kritik kepada kami yang bersifat membangun, agar hasil yang kami sajikan ini dapat lebih baik dimasa yang akan datang. 
Akhir kata semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembaca nya untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan dalam pelajaran Ppkn  tentang Perilaku yang Menunjukan Sikap Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan baik.



Karawang, April 2018
Kelompok 6Daftar isi
Cover ……………………………….………...... 1
Kata pengantar ………………………………………………. 2
Daftar Isi ………………………………………………. 4
BAB II PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………….... 6
1.2 Rumusan masalah ………………………………………………. 7
1.3  Maksud dan Tujuan Penulisan ………………………….. 7
1.4 Manfaat Penulisan ………………………………………………. 8
1.5 Metode Penelitian ………………………………………………. 8
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Menampilkan Perilaku Kebersatuan dalam 
Kehidupan sehari-hari …………………………………….. 9
a. Di lingkungan Keluarga ……………………………. 9
b. Di lingkungan Sekolah …………………………………….. 9
c. Di lingkungan Masyarakat …………………………… 10
2.2 Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Norma
Suku, Agama, Ras dan Antargolongan ………… 11
  1. Menanamkan Sikap Toleransi dan Saling Menghormati
Dalam Berinteraksi Sosial …………………………. 11
  1. Menghindari Perilaku yang Menimbulkan
Perpisahan …………………………. 12
2.3 Menanamkan Sikap Semangat Persatuan dan Kesatuan
Dalam Berbagai Kehidupan ……………………………….. 13
  1. Kehidupan Keluarga ……………………………………. 13
  2. Kehidupan Masyarakat ……………………………………. 14
  3. Kehidupan Bangsa dan Bernegara ………………… 14
2.4 Perilaku Positif yang Mencerminkan Komitmen terhadap
Keutuhan Negara ……………………………………. 15
  1. Cinta Tanah Air ……………………………………. 16
  2. Membina Persatuan dan Keutuhan ………. 17
  3. Rela Berkorban ……………………………………. 17
2.5 Menghindari Merusak Semangat Persatuan dan 
Kesatuan ……………………………………. 19
  1. Kemiskinan ……………………………………. 19
  2. Apatisme dan kepentingan sosisal ………………… 20
  3. Keterbelakangan …………………………. 20
  4. Korupsi dan Kolusi ……………………………………. 20
  5. Dedikasi Moral ……………………………………. 21
BAB III PENUTUP 
3.1 Kesimpulan ……………………………………. 22
3.2 Saran ……………………………………. 22
Daftar pustaka ……………………………………. 23
BAB I
PENDAHULUAN
  1. 5.1. Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Negara republik yang telah mencapai kemerdekaan pada 72tahun silam, tepatnya pada 17 Agustus 1945. Dan situasi Indonesia akhir-akhir ini kita melihat ada upaya kelompok-kelompok tertentu yang berupaya untuk memecah belah NKRI baik dari dalam maupun negara asing. Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia harus memiliki sifat dan keinginan untuk  membela dan mempertahankan kemerdekaan, dan ikut berpartisipasi dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut dapat dilakukan diberbagai lingkungan kehidupan, baik lingkungan keluarga , masyarakat dan juga lingkungan sekolah. Selain itu juga mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai generasi penerus, kita harus mengisi kemerdekaan dengan cara menanamkan rasa kecintaan dan kesadaran untuk selalu menjaganya, dalam kehidupan sehari-hari, kita harus selalu rukun dan damai. Menghindari perselisihan serta mempererat persaudaraan. Tanamkan sikap tersebut di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Setiap manusia memang berbeda, tetapi ada persamaan yang dapat mempersatukannya. Persamaan itu harus menjadi tali pengikat yang selalu dijaga.
Negara bangsa dan tanah air milik kita bersama, kita pun memiliki bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Kitalah yang membangun, menjaga, dan mengisinya dengan karya yang bermanfaat bagi umat manusia. Para pahlawan telah berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan susah payah.
Hormatilah perjuangan dan pengorbanan mereka dengan menjadi generasi yang berguna bagi Indonesia, suasana kebebasan yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk belajar sebaik-baiknya agar menjadi generasiyang pandai. Kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia.
Di dalam makalah ini, saya mencoba untuk menguraikan perilaku yang menunjukan sikap menjaga keutuhan mempertahankan keutuhan NKRI dimulai dari diri kita sendiri.1.2 Rumusan masalah 
  1. Bagaimana cara menampilkan perilaku kebersatuan dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Bagimana cara menampilkan perilaku toleransi terhadap keberagaman norma, suku, agama, Ras, dan antar golongan ?
  3. Bagaimana cara menanamkan sikap semangat persatuan dan kesatuan dalam berbagai kehidupan ?
  4. Bagaimana cara menampilkan perilaku positif yang mencerminkan komitmen terhadap keutuhan nasional?
  5. Bagaimana cara menghindari hal yang merusak semangat persatuan dan kesatuan?

1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui perilaku kebersatuan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Untuk mengetahui perilaku toleransi terhadap keberagaman Norma, Suku,  Agama, Ras, dan Antar golongan.
  3. Untuk menanamkan sikap semangat persatuan dan kesatuan dalam berbagai kehidupan.
  4. Untuk mengetahui perilaku positif yang mencerminkan komitmen terhadap keutuhan Nasional.
  5. Untuk menghindari hal yang merusak semangat persatuan dan kesatuan1.4 Manfaat Penulisan
  6. Dapat memahami perilaku kebersatuan dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Dapat memahami perilaku toleran terhadap keberagaman Norma, Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan.
  8. Dapat memahami sikap semangat persatuan dan kesatuan dalam berbagai kehidupan.
  9. Dapat memahami perilaku positif yang mencerminkan komitmen terhadap keutuhan nasional.
  10. Dapat menghindari hal yang merusak semangat persatuan dan kesatuan.

1.5 Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan cara dimana penulis menggunakan referensi berupa buku yang berjudul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Selain itu juga, penulis menggunakan beberapa referensi dari internet.

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Perilaku yang Menjunjukan Sikap Menjaga Keutuhan NKRI
2.1 Menampilkan Perilaku Kebersatuan dalam Kehidupan sehari-hari
Perilaku yang mencerminkan keberagaman (suku, agama, ras, sosial budaya, dan gender) dalam realita kehidupan di Indonesia? Perilaku tersebut adalah sikap kebersatuan, artinya memiliki rasa persatuan dan kesatuan. Bersatu sebagai wujud mencintai tanah air dan tumpah darah Indonesia. Kita tidak hanya memiliki rasa mencintai tetapi dengan perwujudan nyata yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Berikut contoh perilaku yang mencerminkan perilaku kesatuan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  1. Di Lingkungan Keluarga
  1. menghormati bapak dan ibu;
  2. membantu ibu dan bapak di rumah
  3. membantu adik mengerjakan PR
  4. berlaku sopan;
  5. menghormati yang tua dan menyayangi yang muda

  1. Di Lingkungan Sekolah
  1. menghormati guru, kepala sekolah, karyawan, dan penjaga sekolah
  2. bersahabat tanpa membeda-bedakan 
  3. saling menyayangi dan mewujudkan kekeluargaan antarteman:
  4. membentuk kelompok belajar tanpa adanya diskriminasi
  5. mengadakan pertemuan-pertemuan antarsekolah melalui kegiatan olahraga, kesenian, dan sains. 

  1. c. Di Lingkungan Masyarakat
  1. mempererat tali silaturahmi antartetangga, antar- warga setempat, dan antarwarga lain
  2. bekerja sama dalam membangun sarana prasarana; 
  3. membiasakan tolong menolong antarwarga yang membutuhkan; 
  4. mengadakan pertandingan antarwarga; 
  5. bersama menciptakan kebersihan dan keamanan di lingkungan daerah tempat tinggal.

2.2 Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Norma, suku, Agama, Ras dan Antargolongan

  1. Menampilkan Sikap Toleransi dan saling Menghormati dalam Berinteraksi Sosial 

Sebagai makhluk sosial, manusia berhubungan dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Salah satu ciri manusia sebagai makhluk sosial adalah adat istiadat. Adat istiadat menunjukkan manusia aktif dalam kehidupannya dengan orang lain sehingga melahirkan adat istiadat yang mereka patuhi sendiri. Oleh karena itu, masing-masing penduduk di pulau-pulau itu memiliki adat istiadat yang berlainan. 
     Perlu kita pahami bahwa salah satu bentuk nilai positif yang sangat rentan terhadap pengaruh luar adalah membangun nilai toleransi dan kebersamaan. Indonesia menganut paham integralistik, yaitu suatu paham yang tidak membeda-bedakan masyarakat atau warga negara. Toleransi berasal dari bahasa latin, tolerare artinya menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda. 
     Berdasarkan penjabaran Sila Ketuhanan Yang Maha Esa maka ciri-ciri toleransi umat beragama dalam pergaulannya akan tampak sebagai berikut
  1. Membiarkan orang lain meyakini agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing 
  2. Saling menghormati antara pemeluk agama yang berbeda.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah. 
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain yang sudah memeluk suatu agama.

  1. Menghindari Perilaku yang Menimbulkan Perpecahan 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas bermacam-macam saku, istiadat kebudayaan kesenian, agama, bahasa, dan sebagainya. Namun, mereka terikat oleh kesatuan politik, cita-cita. dan itikad untuk hidup bersama sebagai bangsa yang merdeka dan Saat ini paham yang menyimpang prinsip kebersatuan. Jika kita yakini ajaran kita, lambat laun negara kita terpecah belah, tercerai berai dan tak akan ada lagi kebersamaan.    
      Paham-paham tersebut yang bertentangan dengan semboyan Bhinneka Tinggal Ika, di antaranya sebagai berikut. 
  1. Sukuisme. yaitu paham kecintaan yang berlebihan terhadap suku bangsa serta berusaha memisahkan diri dari kehidupan suku-suku lain. 
  2. Chauvinisme, yaitu rasa cinta tanah air yang berlebihan dengan mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. ongan atau kelompok yang berusaha menggulingkan antarsekolah 
  3. Ekstremisme, yaitu tindakan suatu pemerintah dan negara yang sah melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan Undang-Undang dan sains yang berlaku. Kelompok ekstrem dalam sejarah negara kita, misalnya sebagai berikut  
a)Ekstrem kiri, yaitu bahaya laten komunisme yang selalu mengancam keutuhan dan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
b) Ekstrem kanan, yaitu kelompok yang menyalahgunakan ajaran agama untuk mewujudkan prasarana  
4. kedaerahan, yaitu suatu paham yang lebih mengutamakan kepentingan daerahnya atas kepentingan sosial.
2.3  Menanamkan sikap semangat Persatuan dan Kesatuan dalam Berbagai Kehidupan 

Ungkapan "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" adalah suatu ungkapan yang menyatakan betapa besarnya arti persatuan dan kesatuan tersebut. Apabila bersatu padu, kita tidak teguh dalam arti lebih kuat dalam menghadapi permasalahan juga mampu menyelesaikan persoalan yang tidak dapat kita selesaikan sendiri.
      Kehidupan bersama orang lain hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kesatuan. Tanpa rasa dan semangat rela berkorban serta persatuan dan kesatuan, kita tidak mungkin dapat hidup bersatu. 
      Sikap semangat persatuan dan kesatuan dapat ditunjukkan dalam berbagai kehidupan, di antaranya sebagai berikut 

  1. Kehidupan Keluarga 
Apabila setiap anggota keluarga mengabaikan rela berkorban dan rasa persatuan dan kesatuan dapat dibayangkan bagaimana kira-kira kehidupan keluarga tersebut. Setiap hari bahkan setiap saat akan terkadi pertengkaran. Akibatnya dalam kehidupan keluarga tersebut tidak pernah ada rasa aman, tenteram, dan damai. Adapun contoh perilaku yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan keluarga, di antaranya: 
1) beribadah bersama orang tua; 
2) pembagian tugas yang adil kepada semua anggota keluarga 
3) menikmati hiburan bersama; 
4) menyelesaikan segala permasalahan dengan musyawarah.
b. Kehidupan Masyarakat 
Meskipun latar belakang mereka berbeda-beda, tetapi mereka satu keluarga besar yang dipenuhi semangat persaudaraan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat. Kondisi seperti ini merupakan kekuatan ampuh dalam menangkal segala gangguan dan ancaman, terutama gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Adapun contoh perilaku yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat, di antaranya: 
  1. kerja bakti bersama demi menciptakan kebersihan lingkungan tempat tinggal 
  2. tukar menukar para pemuda dari daerah yang satu ke daerah yang lain 
  3. mengadakan festival budaya nasional; 
  4. mengadakan Jambore nasional. 
c. Kehidupan Bangsa dan Negara 
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa baik ketika merebut, mem-pertahankan maupun mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan. Tanpa persatuan dan kesatuan kita tidak mungkin dapat melaksanakan pembangunan seperti sekarang ini. Bangsa yang bercerai berai tidak mungkin membangun dan tanpa pembangunan tidak ada kebahagiaan.
     Adapun perilaku untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan saat ini dalam kehidupan bangsa dan negara, di antaranya 
  1. mengharumkan nama bangsa dengan mengikuti pertandingan dalam bidang apapun baik dalam tingkatan nasional maupun internasional; memperluas pendidikan di berbagai negara dengan tujuan mengembangkan pembangunan negara; 
  2. berperan serta dalam kegiatan-kegiatan sosial ke masyarakatan 
  3. menjaga stabilitas pembangunan nasional secara merata dan menyeluruh.

2.4 Perilaku Positif yang Mencerminkan Komitmen terhadap Keutuhan Nasional

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keutuhan berasal dari kata dasar utuh yang berarti dal keadaan sempurna seperti semula. Utuh juga berarti tidak bercerai berai atau tidak terpecah belah Jadi, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia artinya adalah bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki kedaulatan, memiliki tujuan nasional, dan berdiri secara utuh baik wilayahnya, rakyatnya, ataupun pemerintahnya. 
Keutuhan NKRI juga ditunjukkan melalui hal-hal berikut. 
  1. Indonesia yang utuh dan tidak mudah terpecah belah;
  2. Hubungan antara pemerintah dengan rakyatnya baik; 
  3. Tidak ada pergolakan, peperangan, pemberontakan ataupun perpecahan di antara rakyat; 
  4. Situasi negara yang aman, nyaman, dan damai. 
     Jika Indonesia bisa mencapai keempat butir di atas maka Indonesia adalah negara yang utuh. Kita selalu harus waspada terhadap ancaman dan gangguan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia harus membangun rasa kebersamaan dan menjadikan perbedaan 
sebagai sumber kekuatan bersama. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, karena terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil. Wilayahnya membentang dari Sabang sampai Merauke. Negara Indonesia disebut juga negara maritim karena pulau-pulaunya dikelilingi oleh luas. Bahkan luas perairan negara Indonesia lebih besar daripada luas daratan. Seluruh wilayah kepulauan Indonesia disebut sebagai Nusantara. 
     Selain itu, Indonesia juga kaya akan sumber daya alam. Kekayaan alam ini dimanfaatkan dan digunakan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, semua warga dan rakyat Indonesia berkewajiban melindungi dan mempertahankan wilayah Indonesia agar tetap utuh. Keutuhan wilayah ini sangat penting karena mengingat kemajemukan bangsa Indonesia. 
     Keutuhan wilayah sebuah negara sangat penting, karena keutuhan wilayah suatu negara sangat menentukan berlangsung tidaknya pemerintahan suatu negara. Oleh karena itu, semua negara d dunia berusaha untuk menjaga keutuhan wilayahnya. Demikian juga dengan negara Indonesia selalu berusaha untuk menjaga keutuhan wilayahnya termasuk di dalamnya pemerintah dan aparat keamanan untuk bersama-sama dan bersatu padu menjaga keamanan dan keutuhan Negara Republik Indonesia. Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia diperlukan sikap-sikap sebagai berikut. 

  1. Cinta Tanah Air 
Cinta tanah air dan bangsa dapat diwujudkan dalam berbagai hal, antara lain sebagai berikut. 
  1. menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam 
  2. menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan 
  3. mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan rakyat; 
  4. rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negerab. Membina Persatuan dan Kesatuan 
Tindakan yang menunjukkan usaha membina persatuan dan kesatuan, di anataranya sebagai berikut; 
  1. menyelenggarakan kerja sama antardaerah
  2. menjalin pergaulan antarsuku bangsa 
  3. memberi bantuan tanpa membedakan suku  bangsa atau daerah asal 
  4. mempelajari berbagai kesenian dari daerah lain
  5. memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa 
  6. mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain,serta tidak mudah marah atau menyimpan dendam
  7. menerima teman tanpa mempertimbangkan perbedaan suku, agama, bahasa maupun bahasa dan kebudayaan. 

c. Rela Berkorban 
Sikap rela berkorban adalah sikap yang mencerminkan adanya kesediaan dan keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain, walaupun akan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri. Dalam pengertian yang lebih sederhana, rela berkorban adalah sikap dan perilaku yang tindakan dilakukan dengan ikhlas serta mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri. Sikap rela berkorban ditunjukkan dengan cara membiasakan merelakan sebagian kepentingan kita untuk kepentingan orang lain atau kepentingan bersama. Pelaksanaan sikap rela berkorban antara lain sebagai berikut. 
  1. Di Rumah
Menunda acara bermain untuk membantu pekerjaan ibu. Menunda rencana berkemah bersam teman-teman karena harus menunggu anggota keluarga yang sedang sakit. 

  1. Di Sekolah 
Memberi iuran bila ada teman yang kena musibah. Berangkat lebih pagi untuk melaksanakan piket kelas. Memberikan sumbangan untuk PMI (Palang Merah Indonesia)

  1. Di Masyarakat 
Menunda pergi piknik ketika ada acara kerja bakti di kampung. Membatalkan perayaan ulan tahun di rumah karena ada tetangga di sebelah rumah yang sedang sakit keras. 
2.5  Menghindari Merusak Semangat Persatuan dan Kesatuan 
Dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia, persatuan dan kesatuan sangat diperlukan untuk membangun bangsa dan negara agar sejajar dengan bangsa dan negara lainnya yang sudah terlebih dahulu maju. Selama bangsa kita melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan, telah banyak kemajuan yang dicapai di berbagai bidang kehidupan. Namun, secara nyata kita selalu mendapatkan pengalaman-pengalaman pahit yang merusak semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
     Ancaman yang seringkali muncul dikarenakan banyaknya peluang berperilaku tercela yang dapat merusak pelaksanaan pembangunan nasional. Adapun beberapa ancaman yang seringkali tampak dalam berbagai kehidupan, di antaranya sebagai berikut

  1. Kemiskinan 
Kemiskinan selalu dijadikan lahan tumbuhnya ketidakpuasan serta kegelisahan masyarakat. Kesenjangan sosial terjadi antara si miskin dan si kaya yang mengakibatkan timbulnya perpecahan satu sama lain. Selain itu, mereka yang mengalami kemiskinan mudah terkena hasutan untuk melakukan tindakan yang merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat kelancaran pembangunan. 
b. Apatisme dan Ketidakpedulian Sosial 
Faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan yaitu giat d semangatnya masyarakat dalam gerak pembangunan. Berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dengan tidak mengindahkan nilai Pancasila dan UUD 1945. Namun, apabila egoisme golongan muncul di kalangan masyarakat Indonesia tersebut menjadi pemicu kepasifan masyarakat dan secara langsung menghambat jalannya pembangunan 

c. Keterbelakangan 
Proses pembangunan senantiasa diupayakan agar memberi manfaat yang merata hasilnya di seluruh pelosok tanah air. Namun, luasnya wilayah Indonesia serta tingginya jumlah penduduk menyebabkan belum ratanya pembangunan dan hasil-hasilnya. Oleh karena itu, munculnya kesenjangan sosial tidak dapat kita hindari dan perlu kita waspadai serta atasi bersama.

d. Korupsi dan Kolusi
Tengah beredar di mana-mana kasus korupsi Hal ini muncul karena rendahnya kesadaran moral serta tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dan kepentingan negara dan bangsa. Korupsi dan kolusi merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Jika tidak ditanggapi dan diatasi dengan sebaik-baiknya akan merugikan jalan pembangunan dan meruntuhkan kehidupan masyarakat.
e. Dekadensi Moral 
Berkembangnya arus informasi di zaman globalisasi menyebabkan kita dengan mudah dapat melihat gaya hidup maupun pola pergaulan di negara lain. Perlu dipahami, bahwa kebudayaan dan kepribadian bangsa kita dengan bangsa lain sangatlah berbeda. Oleh karena itu, kita harus mewaspadai kemungkinan lunturnya nilai-nilai kepribadian bangsa kita.BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

Kesimpulan dari pembahasan yang menampilkan perilaku kebersatuan dalam kehidupan sehari-sehariitu, kita harus memiliki sikap kebersatuan, yang artinya harus memiliki rasa persatuan dan kesatuan. Yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Perilaku toleran terhadap keberagaman norma, suku, agama, ras dan antargolongan, kita harus mempunyai sikap toleransi dan kebersamaan untuk menghindari perpecahan terhadap NKRI, jika tidak mempunyai sikap toleran maka NKRI akan terpecah belah dan tidak ada kebersamaan. 
Menanamkan sikap semangat persatuan dan kesatuan dalam berbagai kehidupan, yaitu kita harus menanamkan sikap semangat persatuan dan kesatuan untuk NKRI di dalam berbagai kehidupan, seperti dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. 
Mencerminkan perilaku positif kepada komitmen terhadap keutuhan nasional dalam berbagai cara atau perilaku cinta tanah air membina persatuan dan kesatuan dan rela berkorban. 
Menghindari merusak semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai warga negara yang baik, harus sadar akan persatuan dan kesatuan dan berusaha untuk menghindari hal hal yang merusak semangat persatuan dan kesatuan.

3.2 Saran
Semoga makalah ini dapat membantu untuk menambah dan memperluas wawasan para pembaca mengenai implementasi pancasila sebagai ideologi nasional yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta dapat berupaya dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Daftar pusaka

Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan untuk SMA/MA/MAK Kelas XI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analytical Exposition Bullying

KARYA TULIS ILMIAH - PERILAKU PEMBELIAN MELALUI INTERNET